CHE GUEVARA SURAT KEPADA ORANG TUANYA

1965

Rakyat Tua Tercinta:
Sekali lagi aku merasai di bawah tumitku tulang-tulang rusuk Rocinante.(1) Sekali lagi, aku turun ke jalan dengan pedang dan perisai di tanganku. Hampir sepuluh tahun yang lalu, aku menulis surat perpisahan yang lain padamu. Seingatku, aku tak perduli lagi tidak menjadi serdadu yang baik dan menjadi dokter yang baik. Menjadi dokter tidak lagi menarik bagiku; aku bukanlah serdadu yang buruk.
Tak ada yang berubah pada esensinya, terkecuali bahwa aku jauh lebih sadar. Marxisme-ku telah mengakar dan menjadi lebih murni. Aku yakin bahwa perjuangan bersenjata sebagai satu-satunya pemecahan bagi rakyat yang berjuang demi membebaskan dirinya, dan aku setia dengan keyakinanku ini. Banyak orang menyebutku sebagai seorang petualang, dan itulah aku hanya satu hal bedanya: seseorang yang mengorbankan kulit luarnya untuk membuktikan kebenaran di dalamnya.

Mungkin saja ini kali yang terakhir. Aku tak memintanya, namun tentulah itu berada di dalam kenyataan kemungkinan logisnya. Seandainya harus demikian, terimalah peluk kasihku yang terakhir kali. Aku amat menyayangimu, hanya saja aku tak tahu bagaimana menyatakan cinta kasihku ini. Aku sangat kaku dalam tindakanku, dan aku berpikir bahwa kadang-kadang kau tidak akan memahamiku. Adalah tidak mudah untuk memahamiku. Meski begitu. kumohon saat ini percayalah padaku.
Saatnya sekarang sebuah ketekunan yang telah aku poles dengan sebuah keriangan seniman akan menopang kaki-kaki yang gemetaran dan paru-paru yang letih ini. Aku akan melaksanakannya.
Berikan restumu sekali lagi kepada serdadu kecil abad ke dua puluh ini.
Cium mesra untuk Celia, Roberto, Juan Martin dan Patotin, Beatriz, kepada semuanya. Untuk kalian, peluk erat dari anakmu yang keras kepala dan handel ini,
Ernesto

Ket:
1. Rocinante adalah kuda milik Don Quixote

Tinggalkan komentar

Filed under ekspresi kita

DEMONSTRASI, JALAN DEMOKRASI YANG PRO KONTRA

( Oleh : Gibran Septya Prihadi )

Kaum pemuda dan mahasiswa sudah berjuang untuk negeri ini sejak awal 1900-an, tepatnya tahun 1908 ketika Boedi Oetomo didirikan, tapi negeri ini pernah dipimpin oleh penguasa yang tiran yaitu pada masa orde baru, Presiden Soeharto pada masa itu menjabat hingga 32 tahun, masa itu adalah masa pembungkaman demokrasi negara kita, pasca orde baru merupakan angin segar bagi Bangsa Indonesia, suara kaum proletar sudah mulai terdengar, mereka mulai berani menuntut hak –hak mereka yang dulu pernah dibungkam.
Gerakan mahasiswa Era Orde baru merebak pada medio hingga akhir 1998, ribuan mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan menuntut turunnya presiden yang juga koruptor terbesar di dunia Soeharto. Tapi represivitas aparat warisan orde baru masih banyak terjadi bahkan hingga sekarang. Memang aparat tidak bisa disalahkan secara sepihak, karena perlakuan mereka terhadap para demonstran merupakan implikasi dari sistem yang sudah lama tertanam.
Demonstrasi merupakan salah satu cara yang dilakukan mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi mereka, karena cara – cara yang persuasif melalui negosiasi dan jajak pendapat nampaknya sudah tidak lagi dapat memberikan hasil bagi berlangsungnya tujuan masyarakat. Dalam Undang – Undang Dasar 1945 pasal 28, kita berhak memberikan pendapat, tapi terkadang pendapat kita masih dibatasi dan tidak jarang di hadapkan dengan water canon dan gas air mata.
Aksi yang dilakukan mahasiswa di jalan terkadang menimbulkan pro dan kontra karena dianggap mengganggu ketertiban umum, tapi ini yang mahasiswa coba yaitu meminta opini masyarakat karena kurangnya tanggapan pemerintah pada persoalan – persoalan yang ada sekarang ini. Nampaknya kepekaan masyarakat mulai berkurang pada masalah global yang melanda negeri ini, masalah ekonomi mikro seputaran perut jadi salah satu penyebab utama kekurang pedulian masyarakat, kerap kali mahasiswa di benturkan dengan masyarakat saat berdemonstrasi, entah karena disengaja atau memang kemarahan masyarakat karena merasa terganggu. Dan dalam beberapa kasus, demonstasi yang berakhir kerusuhan justru demonstrasi yang ditungganggi oknum – oknum yang ingin merusak, baik dari pihak sipil maupun intelejen kepolisian dan TNI.
Mahasiswa dan masyarakat berharap agar pemerintah bisa memberikan tanggapan dan menjaga keamanan demonstrasi dari provokasi – provokasi dilapangan karena itu bisa merusak bangsa kita secara mental maupun fisik.(gbrnd)

Tinggalkan komentar

Filed under organisasi dan gerakan mahasiswa

RASA MALAS ADALAH SALAH SATU KENDALA MAHASISWA

( Oleh : Benny Suhadha )

dalam kenyataannya memang hampir setiap manusia mempunyai sifat malas. Kali ini kita akan membahas tentang kemalasan yang ditimbul dari mahasiswa ketika mengikuti mata kuliah. Apa sih malas itu ? menurut beberapa sumber, malas adalah rasa ketidakinginan seseorang untuk melakukan sesuatu baik yang sudah menjadi rutinitasnya ataupun yang menjadi aktivitas sekali-kali dengan berbagai penyebab. Sesungguhnya rasa malas itu hanya membuang waktu kita dengan sia-sia dan kita pun tidak mendapatkan apa-apa. Kegiatan perkulihan memang merupakan rutinitas yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen. Mahasiswa sebagai penuntun ilmu dan dosen sebagai pemberi materi. Tetapi dalam hal ini, banyak mahasiswa yang merasa malas ketika ingin mengikuti mata kuliah. Apa penyebabnya ? ada dua faktor yang menyebabkan mahasiswa malas, yaitu faktor intern dan ekstern. Yang paling sulit diatasi adalah faktor yang timbul dari diri sendiri, artinya kalau rasa malas itu datang dalam diri kita, dimotivasi sebesar apapun oleh orang lain akan sulit mengembalikannya seperti awal. Dosenpun berpengaruh atas tingkat kerajinan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan perkuliahan. Contohnya ketidakhadiran dosen, dari 15 mahasiswa, 9 mahasiswa mengatakan “ya” mereka merasa malas ketika dosen tidak hadir. Artinya mereka malas berurusan dengan dosen yang jarang hadir atupun tidak pernah hadir. Di kampus UNSWAGATI pun banyak dosen yang demikian. Selain ketidakhadiran dosen, keterlambatan datangpun menjadi masalah, terlebih buat mahasiswa yang selalu datang tepat waktu. Bagi mereka dosen pun harus konsisten dengan apa yang beliau terapkan pada mahasiswa, misalnya mahasiswa tidak boleh masuk jika lebih 20 menit dari jadwal yang biasanya. Tentu dosenpun jangan datang terlambat. Fasilitas yang minim dan cara mengajar yang stagnan juga membuat mahasiswa malas untuk kuliah. Kedisiplinan dosenpun kadang membuat mahasiswa malah, misalnya gak boleh ini, gak boleh itu. Seharusnya kita sebagai mahasiswa menanggapinya dengan positif, karena semata-mata hal tersebut untuk kebaikan kita. Jadilah mahasiswa yang berperan, jadilah penerus bangsa yang melanjutkan cita-cita bangsa, terus kembangkan apa yang kalian punya.

Tinggalkan komentar

Filed under kampus

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

1 Komentar

Filed under Uncategorized