DEMONSTRASI, JALAN DEMOKRASI YANG PRO KONTRA

( Oleh : Gibran Septya Prihadi )

Kaum pemuda dan mahasiswa sudah berjuang untuk negeri ini sejak awal 1900-an, tepatnya tahun 1908 ketika Boedi Oetomo didirikan, tapi negeri ini pernah dipimpin oleh penguasa yang tiran yaitu pada masa orde baru, Presiden Soeharto pada masa itu menjabat hingga 32 tahun, masa itu adalah masa pembungkaman demokrasi negara kita, pasca orde baru merupakan angin segar bagi Bangsa Indonesia, suara kaum proletar sudah mulai terdengar, mereka mulai berani menuntut hak –hak mereka yang dulu pernah dibungkam.
Gerakan mahasiswa Era Orde baru merebak pada medio hingga akhir 1998, ribuan mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan menuntut turunnya presiden yang juga koruptor terbesar di dunia Soeharto. Tapi represivitas aparat warisan orde baru masih banyak terjadi bahkan hingga sekarang. Memang aparat tidak bisa disalahkan secara sepihak, karena perlakuan mereka terhadap para demonstran merupakan implikasi dari sistem yang sudah lama tertanam.
Demonstrasi merupakan salah satu cara yang dilakukan mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi mereka, karena cara – cara yang persuasif melalui negosiasi dan jajak pendapat nampaknya sudah tidak lagi dapat memberikan hasil bagi berlangsungnya tujuan masyarakat. Dalam Undang – Undang Dasar 1945 pasal 28, kita berhak memberikan pendapat, tapi terkadang pendapat kita masih dibatasi dan tidak jarang di hadapkan dengan water canon dan gas air mata.
Aksi yang dilakukan mahasiswa di jalan terkadang menimbulkan pro dan kontra karena dianggap mengganggu ketertiban umum, tapi ini yang mahasiswa coba yaitu meminta opini masyarakat karena kurangnya tanggapan pemerintah pada persoalan – persoalan yang ada sekarang ini. Nampaknya kepekaan masyarakat mulai berkurang pada masalah global yang melanda negeri ini, masalah ekonomi mikro seputaran perut jadi salah satu penyebab utama kekurang pedulian masyarakat, kerap kali mahasiswa di benturkan dengan masyarakat saat berdemonstrasi, entah karena disengaja atau memang kemarahan masyarakat karena merasa terganggu. Dan dalam beberapa kasus, demonstasi yang berakhir kerusuhan justru demonstrasi yang ditungganggi oknum – oknum yang ingin merusak, baik dari pihak sipil maupun intelejen kepolisian dan TNI.
Mahasiswa dan masyarakat berharap agar pemerintah bisa memberikan tanggapan dan menjaga keamanan demonstrasi dari provokasi – provokasi dilapangan karena itu bisa merusak bangsa kita secara mental maupun fisik.(gbrnd)

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under organisasi dan gerakan mahasiswa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s